Rahman Jasin

Optimis Film Botoi Botoi Masuk Nominasi ISFF 2019 SCTV

BENGKULU– Sutradara dan penulis skenario film pendek ‘’Botoi Botoi’’, Rahman Jasin merasa optimis film berdurasi 15 menit yang digarap Bencoolen Cinema mampu menerobos 10 nominator film terbaik diajang Indonesia Short Film Festival (ISFF) 2019 yang digelar SCTV.

‘’Kita optimis Botoi Botoi bisa masuk nominasi 10 terbaik karena beberapa alasan. Pertama, karakter pemain mulai dari pemeran utama hingga pemeran pembantu terlihat kuat. Kedua, ide cerita yang digarap juga bagus karena merupakan potret keseharian kehidupan nelayan pesisir Kota Bengkulu. Budaya gotong royong dorong sampan ke darat yang tetap dipertahankan. Serta pola hidup bersahaja. Ketiga, alam dan lingkungan yang menjadi lokasi pengambilan gambar film inipun sangat mendukung. Keempat, pengambilan gambar film inipun didukung personel terampil yang dilengkapi peralatan bagus,’’ ujar Rahman Jasin yang biasa disapa Maman Kumbu.

Kendati begitu, Rahman tetap berharap dukungan dari seluruh pemerintah daerah  dan masyarakat di Provinsi Bengkulu. Karena ada 2 kategori pemilihan pemenang. Pertama juara favorit ditetapkan berdasarkan hasil poling atau vote penonton. Karena, trailer film Botoi Botoi akan ditayangkan di ISFF 2019 SCTV atau di www.vidio.com . disinilah  penonton bisa memberikan vote like. Kedua, pemenang yang dipilih berdasarkan hasil penilaian dewan juri.

Botoi Botoi (gotong royong) nelayan mendorong sampan ke darat di pantai Pasar Bengkulu. (foto.rahman jasin)

‘’Kita berharap film Botoi Botoi bisa merebut juara favorit dan juara berdasarkan penilaian dewan juri. Sehingga, film pendek Botoi Botoi dapat diproduksi menjadi film panjang,’’ harap Rahman.

Diakui Rahman Jasin, film ‘’Botoi Botoi’’ berkisah tentang kehidupan keluarga Safril diperankan Anton Supriadi, nelayan tradisional di wilayah pesisir Kota Bengkulu. Selain dililit utang yang mencekik, Safril bersama istrinya, Nurjanah (Saripah) dan anaknya, Rosidah (Ipe) serta 2 adiknya, Adnan (Weli Yaswan) dan Asril (Toto Suprapto) juga dirundung kecemasan akibat cuaca buruk. Gelombang tinggi di laut. Akibatnya, Safril tak bisa melaut untuk mencari ikan. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Safril terpaksa ngutang di warung tetangga.

Safril dan keluarga yang tinggal di rumah sederhana di kawasan permukiman nelayan yang kumuh itu juga dirundung kecemasan akibat aktifnya gunung anak krakatoa. Karena, aktivitas gunung anak Krakatoa itu sempat menimbulkan gelombang tsunami yang menerjang pesisir Banten dan Lampung.

Tak dinyana, gempa yang disertai tsunami benar-benar terjadi dan menghantam pesisir Bengkulu. Termasuk, rumah Safril di kawasan permukiman nelayan. Dalam cerita ini, Safril terpisah dari keluarga. Safril terdampar dalam posisi lunglai. Sedangkan putranya Rosidah juga terdampar bersama ibunya, Nurjana, istri Safril.

Film ini juga didukung beberapa aktor dan aktris. Mereka adalah, Desi Eka Riani, Desi Isnania, Antok, Delson, Riki, Dina Kencana Putri, Bunga Citra Alyssa dan M.Zikri.

Sedangkan tim produksi terdiri dari Edy Prayekno, Asep Lensa, Robi, Ezzy Uban dan Athenk Kreators.

‘’Film Botoi Botoi yang diproduksi Bencoolen Cinema ini digarap secara gotong royong atau keroyokan. Bencoolen Cinema merupakan kolaborasi antara potretbengkulu.com, EP Creative Production, ASA Production, Athenk Kreators dan Asep Lensa dan Pandu Subakti,’’ demikian Rahman Jasin. (rjs)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*