Botoi Botoi (gotong royong) nelayan mendorong sampan ke darat di pantai Pasar Bengkulu. (foto.rahman jasin)

Film Botoi Botoi Mulai Diedit

BENGKULU– Fim pendek ‘’Botoi Botoi’’ yang digarap Rahman Jasin sebagai sutradara mulai diedit. Proses editing ditangani 2 editor senior, Asep Lensa dan Edy Prayekno dari EP Studio. Film berdurasi 15 menit ini akan diikutkan dalam Indonesian Short Film Festival 2019 yang digelar SCTV.

‘’Masih ada beberapa scene atau adegan yang belum rampung. Dan tidak menutup kemungkinan ada beberapa scene yang akan dilakukan shoting ulang. Karena kita ingin mendapatkan komposisi gambar yang benar-benar prima,’’ jelas Rahman Jasin yang biasa disapa Maman Kumbu kepada potretbengkulu.com, Minggu, (27/1).

Dikatakan, secara umum, proses pengambilan gambar di 2 lokasi berbeda. Yakni, di permukiman nelayan di kawasan Pulau Baai dan di kawasan pantai dan pasar ikan Kelurahan Pasar Bengkulu sudah bagus.

Diakui Rahman Jasin, film ‘’Botoi Botoi’’ yang berkisah tentang kehidupan keluarga Safril diperankan Anton Supriadi, nelayan tradisional di wilayah pesisir Kota Bengkulu. Selain dililit utang yang mencekik, Safril bersama istrinya, Nurjanah (Saripah) dan anaknya, Rosidah (Ipe) serta 2 adiknya, Adnan (Weli Yaswan) dan Asril (Toto Suprapto) juga dirundung kecemasan akibat cuaca buruk. Gelombang tinggi di laut. Akibatnya, Safril tak bisa melaut untuk mencari ikan. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Safril terpaksa ngutang di warung tetangga.

Safril dan keluarga yang tinggal di rumah sederhana di kawasan permukiman nelayan yang kumuh itu juga dirundung kecemasan akibat aktifnya gunung anak krakatoa. Karena, aktivitas gunung anak Krakatoa itu sempat menimbulkan gelombang tsunami yang menerjang pesisir Banten dan Lampung.

Tak dinyana, gempa yang disertai tsunami benar-benar terjadi dan menghantam pesisir Bengkulu. Termasuk, rumah Safril di kawasan permukiman nelayan. Dalam cerita ini, Safril terpisah dari keluarga. Safril terdampar dalam posisi lunglai. Sedangkan putranya Rosidah juga terdampar bersama ibunya, Nurjana, istri Safril.

‘’Bagaimana kelanjutan kisahnya? Tunggu saja cuplikan filmnya akan segera ditayangkan. Jika film ini terpilih dan masuk nominasi terbaik, maka, film ini akan ditayangkan di SCTV dan akan dibikin film panjang,’’ tutur Rahman Jasin.

Selain 10 film terbaik hasil penilaian dewan juri, SCTV juga akan memilih film favorit berdasarkan voting penonton. ‘’Jika clip film ini sudah ditayangkan maka kami sangat mengharapkan dukungan penonton untuk memberikan like sebanyak-banyaknya atas film Botoi Botoi yang diproduksi Bencoolen Cinema secara gotong royong atau keroyokan. Bencoolen Cinema merupakan kolaborasi antara potretbengkulu.com, EP Creative Production, ASA Production, Athenk Kreators dan Asep Lensa,’’ kata Rahman.

Film ini didukung beberapa aktor dan aktris. Mereka adalah, Desi Eka Riani, Desi Isnania, Antok, Delson, Riki, Dina Kencana Putri, Bunga Citra Alyssa dan M.Zikri.

Tim produksi terdiri dari Edy Prayekno, Asep Lensa, Robi, Ezzy Uban dan Athenk Kreators. Serta Pandu Subakti.(rjs)

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*