Rumah nelayan Pulau Baai inilah yang dijadikan rumah Safril, tokoh sentral dalam film Botoi Botoi.

Film Pendek ‘’Botoi Botoi’’ Latihan di Lokasi

BENGKULU– Jika tidak ada aral melintang, mulai pukul 10.00 WIB, Jum’at, (18/1), pemain dan crew film pendek ‘’Botoi Botoi’’ akan melakukan latihan di lokasi shoting. Yakni di rumah Kumala nelayan di lingkungan RT 12 Kelurahan Sumber Jaya, Pulau Baai, Kota Bengkulu.

‘’Dalam film Botoi Botoi yang kita garap ini, rumah nelayan Pulau Baai itu kita jadikan rumah keluarga Safril. Jadi, banyak adegan yang kita ambil di dalam dan di luar rumah itu. Bahkan, rumah tetangganya juga turut kita manfaatkan sebagai pendukung cerita. Shoting perdana akan kita lakukan, Senin, (21/1)’’ ungkap Rahman Jasin selaku sutradara sekaligus penulis skenario ‘’Botoi Botoi’’ kepada potretbengkulu.com.

Dikatakan, ada beberapa adegan yang menggunakan lokasi rumah nelayan itu. Mulai dari keseharian keluarga Safril bersama istrinya Nurjanah dan putrinya, Rosidah. Serta 2 adiknya, Adnan dan Asril. Hingga adegan gempa berpotensi tsunami yang menggambarkan warga di lingkungan itu lari kocar kacir ketika gempa tektonik mengguncang disertai raungan serine peringatan tsunami.

‘’Rumah yang dijadikan lokasi shoting itu sangat sesuai dengan kondisi kehidupan Safril dan keluarga. Selain sederhana, rumah itu memiliki halaman yang cukup luas dan cukup jauh dari jalan raya. Sehingga sangat memungkinkan untuk mendapat gambar dan suara yang baik,’’ ujar Rahman.

Menurut Rahman,  film pendek ‘’Botoi Botoi’’ didukung sederet artis lokal.  Seperti Anton Supriadi sebagai Safril, Sarifah (Nurjanah), Wely Yaswan (Adnan), Ipe (Rosidah) dan Riki (pedagang ikan). Ditambah, Antok Bengkulu dan Totok Suprapto sebagai depkolektor penagih utang. 2 rentenir, Desi Eko Riani dan Desi. Serta dibantu masyarakat nelayan Kelurahan Pasar Bengkulu, Pulau Baai dan pemangku adat Kelurahan Berkas. Crew produksi  terdiri dari Asep, Edy drone, Atheng, Arul dan Rita Aprianto.

‘’Film Botoi Botoi yang digarap secara gotong royong  ini akan kita ikutkan dalam festival film pendek nasional 2019. Kita berusaha film ini masuk nominasi film terbaik,’’  tutur Rahman.

Dikatakan, film pendek ‘’Botoi Botoi’’ mengisahkan sisi kehidupan nelayan pesisir Kota Bengkulu. Yakni, keluarga Safril. Nelayan miskin yang memiliki 1 istri (Nurjanah) 1 anak (Ipe) dan 2 adiknya, Adnan (Wely) dan Asril yang diperankan Totok. Keluarga nelayan ini terlilit utang dan  menjadi korban tsunami.

Potret keluarga nelayan pesisir Kota Bengkulu itu digambarkan secara jelas melalui bahasa yang digunakan yakni bahasa melayu Bengkulu. Karakter peran yang mengedepankan karakter khas masyarakat pesisir. Serta lokasi shotingpun menggunakan beberapa lokasi di kawasan pesisir. (rjs)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*