Komisioner OJK, Tirta Segara foto bersama Kepala OJK Bengkulu, Yusri dan FKIJK Bengkulu.(foto.rahman jasin)

Ramah Tamah OJK – FKIJK-BMPD dengan Tirta Segara Berlangsung Akrab

BENGKULU– Silaturahmi dan ramah tamah Komisioner OJK, Tirta Segara dengan unsur OJK-FKIJK dan BMPD Provinsi Bengkulu berlangsung akrab dan meriah di Hotel Santikan Bengkulu, pukul 21.00 WIB, Senin, (7/1).

Malam ramah tamah ini juga menjadi ajang pelepasn Yan Syafri, mantan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bengkulu. Posisi Yan Syafri diisi Yusri yang dilantik, Senin (7/1) siang.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov Bengkulu, Endang Kurnia Saputra. (foto.rahman jasin)

Dihadapan duta perbankan Bengkulu, Ketua Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Bengkulu, Agus Salim yang juga menjabat Dirut Bank Bengkulu, mengawali sambuatan atas pelepasan Yan Syafri.

‘’Pagi tadi, sertijab Kepala OJK dari Pak Yan Syafri kepada Pak Yusri sudah dilaksanakan. Kita doakan semoga Pak Yan Syafri bisa lebih sukses ditempat tugas yang baru. Serta Pak Yusri juga bisa menjalankan tugas dengan nyaman di Bengkulu,’’ ungkap Agus Salim.

Dirut Bank Bengkulu, Agus Salim. (foto.rahman jasin)

Hal senada dilontarkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov Bengkulu, Endang Kurnia Saputra selaku Ketua Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Bengkulu.  ‘’Tugas di Bengkulu ini sangat menyenangkan dan lebih menyenangkan dari daerah lain. Buktinya, selama bertugas di Bengkulu berat badan saya naik 2 kg,’’ ujar Endang.

Yan Syafri yang mendapat tugas baru di Jakarta, mengaku memiliki pengalaman yang tidak terlupakan selama bertugas di Bengkulu. Salah satunya adalah, saat berkunjung ke Pulau Enggan dengan menggunakan kapal perang TNI-AL.

‘’Perjalanan Bengkulu – Enggano dengan kapan perang itu ditempuh selama 8 jam. Ombaknya di laut lepasnyapun lumayan besar. Sehingga banyak yang mabuk laut,’’ kata Yan Syafri.

Kepala OJK Bengkulu yang lama, Yan Syafri. (foto.rahman jasin)

Mengakhiri rangkaian sambutan, Komisioner OJK, Tirta Segara menjelaskan bahwa tantangan dunia perbankan di tahun 2019 tergorong berat. Khususnya dalam menghadapi  normalisasi suku bunga dan kebijakan moneter negara maju.

‘’Target untuk literasi 2019 adalah, 35 persen indek literasi dan 75 persen akses keuangan,’’ tutur Tirta.

Selain itu lanjut Tirta, dalam menjalankan peran dan fungsi OJK harus tetap bersinergi dengan stake holder. Sehingga banyak kinerja positif yang terjadi di Bengkulu. Ramah tamah ditutup dengan foto bersama. (rjs)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*