Tersangka RY dan PA yang terpaksa didor karena berusaha melarikan diri dari sergapan tim Buser Polres Kepahiang, Minggu, (23/12)

Coba Kabur 2 Bandit Terpaksa Ditembak Buser

KEPAHIANG – Coba kabur dari sergapan tim Buser Polres Kepahiang, 2 perampok kamera di komplek perkantoran dinas instansi jajaran Pemkab Kepahiang, RY (23) dan PA(19) terpaksa ‘’dihadiahi’’ timah panas di kaki. Aksi penyergapan itu berlangsung Minggu, (23/12).

‘’Setelah menjalani pengobatan di RSUD Kepahian, kedua tersangka bersama barang buktinya langsung diamankan di Polres,’’ jelas Kapolres Kepahiang, AKBP. Pahala Simanjuntak, SIK melalui Kasat Reskrim, AKP. Yusiady, SIK.

Barang bukti yang disita berupa 1 sepeda motor Yamaha Vega R warna hitam tanpa Nopol dan dalam kondisi krempang, 1 kamera Canon, 1 helm KYT warna hitam dan 1 pisau siwar.

Dikatakan, kedua bandit itu disergap saat sepeda motor yang dikendarainya melintas di depan Kantor Pemkab Kepahiang. Sebelum ditembak, kedua tersangka sudah diberikan peringatan tembakan ke udara. Namun, keduanya terus kabur.

Barang bukti yang disita dari kedua tersangka

Aksi penangkapan itu dipimpin KBO Sat Reskrim Polres Kepahiang, Ipda. Tomy Sahri,SH dan Kanit Buser, Bripka. Deni Fahrozi.

‘’Sebelum dilumpuhkan, kedua tersangka lebih dulu merampas paksa kamera milik korban Hendro (17) warga Kelurahan Padang Lekat, Kepahiang. Aksi perampokan itu dilakukan kedua tersangka di depan Kantor Dinas Dukcapil Kepahiang sekitar pukul 18.10 WIB, Minggu (23/12),’’ jelas Kapolres.

Ketika itu korban sedang beristirahat setelah melakukan pemotretan. Tiba-tiba kedua pelaku yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vega R langsung menghampiri. Lalu, kedua pelaku meminta secara paksa kamera yang dipegang korban dengan todongan pisau. Sedangkan pelaku lainnya memegang potongan kayu.

Sepeda motor tersangka yang disita Polres Kepahiang

Awalnya, korban   tidak mau menyerahkan kameranya. Tapi,  pelaku langsung membacok tangan korban dan  merampas kamera yang dipegang korban. Selain itu, pelaku juga merampas helm korban yang ditaruh di atas motor korban.

Aksi perampokan itu langsung dilaporkan ke Polres Kepahiang.

“Tersangka RY  merupakan residivis yang pernah ditangkap tahun 2013 karena terlibat kasus pembunuhan. Terrsangka RY dan PA dijerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal berupa pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun, “ demikian Kasat Reskrim,  AKP. Yusiady, S.IK.(rjs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*