Edwar Samsi saat menyantuni nenak usia 110 tahun dalam memperingati Hari Ibu 2018

Peringati Hari Ibu
Edwar Samsi Santuni Nenek 110 Tahun

KEPAHIANG – Khusus memperingati Hari Ibu, 22 Desember 2018, anggota DPRD Kepahiang, Edwar Samsi, SIP, MM menyantuni nenek usia 110 tahun, Mbah Jamila di Desa Sumbersari,  Kabawetan.

‘’Sebagai ungkapan rasa sayang dengan seorang ibu berusia 110 tahun ini, kita memberikan santunan berupa sembako. Karena sangat jarang seorang ibu yang mampu mencapai usia 110 tahun,’’ kata Edwar Samsi kepada potretbengkulu.com.

Dikatakan, dalam usia 110 tahun, kondisi fisik Mbah Jamila  masih sehat dan bugar. Bahkan, nenek asal Boyolali, Solo, Jateng yang telah memiliki 5 anak, 18 cucu, 21 cicit dan 3 cangga ini masih bisa memasukan benang ke dalam jarum jahit tanpa menggunakan kaca mata.

Tak hanya itu. Gigi Mbah Jamila  juga masih utuh dan kuat. Sehingga, Mbah Jamila  masih bisa makan makan keras seperti rempeyek, kacang goreng dan lainnya. Soalnya, sejak usia muda, Mbah Jamila sudah nyirih. Selain itu pendengaran Mbah Jamila juga masih normal.

Mbah Jamila masih sehat dalam usia 110 tahun

Di Desa Sumbersari, Mbah Jamila  tinggal di rumah anaknya, Misriati. Karena sudah sepuh, Mbah sudah dilarang anak-anaknya untuk bekerja di kebun.

‘’Sebelum tinggal di Desa Sumbersari, Kabawetan, tahun 1961 Mbah Jamila  merantau dari Boyolali dan tinggal di Tanggamus, Lampung Selatan.  Tahun 1972, Mbah Jamila  baru masuk ke Sumbersari hingga kini. Mbah dua kali menikah. Pertama dengan Mas Kabul Jailani dan dikaruniai 2 anak. Serta dengan Mas Warjo dikaruniai 3 anak,’’ cerita Mbah Jamila didampingi menantunya, Parman (62) serta cucunya.

Saat menerima kue dan santunan sembako dari Edwar Samsi, perempuan tua dan mungkin perempuan tertua di Kepahiang dan Bengkulu ini tak henti mengucapkan rasa terimakasihnya atas kepedulian Edwar Samsi.

‘’Baru kali ini ada orang yang memberi saya kado seperti ini. Makasnya saya sangat berterimakasih,’’ ungkap Mbah Jamila  dengan wajah berbinar.

Mbah Jamila  menceritakan rahasia hidup sehat dan umur panjang yang dijalaninya. ‘’Mbah hidup sederhana gak neko-neko. Tidur ketika ngantuk, makan apa adanya, tidak mikir yang macam-macam. Serta tidak meninggalkan sholat 5 waktu. Sehingga kita bisa tenang lahir batin,’’ katanya.(rjs)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*