Prosesi Penandatanganan Mou dan MoA antara BPH Migas dan Pemprov Bengkulu.

2019 Stok Bio Solar Bengkulu Ditambah

BENGKULU – Tahun 2019 mendatang Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bio solar untuk Provinsi Bengkulu ditambah menjadi 113.086 kilo liter(KL). Demikian disampaikan Kepala Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas Bumi (Migas), M. Fanshurullah Asa sewaktu penandatangani Memorandum Of Understanding (MoU) atau kesepakatan bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu, Kamis (6/12).

“Penambahan ini tidak lepas dari pengajuan yang disampaikan Pemprov. Kalau tahun ini kuota BBM bio solar untuk Bengkulu sebanyak 99.000 KL. Sebenarnya tahun ini sudah ada penambahan, karena sebelumnya kuota BBM bio solar ini hanya 96.886 KL. Dengan penambahan itu kita meyakini mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir Desember 2018,” ungkap Fanshurullah.

Menurutnya, penambahan tentu saja dilihat dari kenaikan jumlah kendaraan di daerah. Terkait kuota biosolar pihaknya mencatat, realisasinya baru mencapai 87 persen atau masih tersisa 13 persen lagi dari kuota yang ada. “Sementara untuk BBM jenis premium masih terealisasi sebanyak 74 persen. Itu kita yakini  masih cukup. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Disisi lain, Fanshurullah menyampaikan, penandatangan MoU bersama Pemprov, bermanfaat untuk perencanaan penentuan alokasi volume jenis BBM tertentu dan jenis BBM khusus penugasan, serta meningkatkan penerimaa iuran Badan Usaha dari jenis BBM tertentu. Sedangkan bagi pemerintah Provinsi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).

“Keuntungan daerah dengan kerjasama soal penugasan BBM ini adalah dapat melakukan monitoring penjualan BBM bersubsidi atau penugasan setiap tiga bulan, hingga pengawasan distribusi BBM yang tujuannya supaya tidak terjadi penyalahgunaan. Dalam artian benar-benar konsumen yang layak mendapatkan BBM bersubsidi itu,” tegas Fanshurullah.

Sementara itu, Plt Gubernur Bengkulu, Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, MMA memastikan bakal melakukan pengawasan penuh terhadap penyaluran BBM untuk industri setiap tahunnya. “Terutama untuk industri CPO, pelaku tambang dan industri pengolahan lainnya. Nanti kita hitung betul berapa kebutuhannya dan berapa yang mereka pakai setiap tahun,” demikian Rohidin. (P-03)

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*