Lokasi pijat yang disasar Satgas Ops.Pekat Nala Polres Kepahiang, Selasa, (4/12) malam

Ops. Pekat Nala Sita 65 Liter Tuak

KEPAHIANG – Tim Satgas Operasi Pekat Nala 2018 yang digelar Polres Kepahiang terus bergerak melakukan penyergapan lokasi yang diduga menjadi ‘’sarang’’ penyakit masyarakat (Pekat).

Hasilnya, dalam operasi yang dilaksanakan Selasa, (4/12) berhasil menyita 65 liter tuak dari 3 warung tuak yang beroperasi di Kepahiang. Rinciannya, 32 liter dari warung tuak (Lapo) milik Marbun dan 33 liter lagi disita dari warung tuak milik Hotlida.

‘’Sasaran Operasi Pekat ini adalah, premanisme, perjudian, narkoba, asusila/prostitusi,  minuman keras dan senjata tajam. Operasi dilaksanakan 2 – 16 Desember 2018,’’ jelas Kapolres Kepahiang, AKBP. Pahala Simanjuntak, SIK didampingi Kasat Reskrim, AKP. Yusiady.

Tuak yang disita dari warung tuak di Kepahiang

Dikatakan, dalam Operasi Pekat Nala yang dilaksanakan, pukul 22.40 WIB, Selasa, (4/12), Polres menurunkan 2 tim Satgas.

Tim 1 dipimpin Kasat Reskrim, AKP. Yusiady, S.IK  dan Tim 2 dipimpin Kasat Sabhara, Iptu Satar Simarmata.

Kedua tim melakukan pemeriksaan tamu di beberapa hotel. Termasuk lokasi panti pijat di kawasan gunung di jalur lintas Kepahiang – Bengkulu.

Remaja nongkrong di Lapangan Santoso Kepahiang juga diperiksa Satgas Ops. Pekat Nala

‘’Hasilnya tidak ditemukan pengunjung yang tidak memiliki identitas seperti KTP. Termasuk, karyawan panti pijatpun tak luput dari pemeriksaan tim Satgas. Sedangkan tim 1 melakukan pemeriksaan terhadap warung tuak. Hasilnya 65 liter tuak disita dari 2 warung tuak,’’ lanjut Kapolres.

Tak hanya itu. Lapangan Santoso di Pasar Kepahiang juga disisiri. Beberapa pemuda dan remaja nongkrong langsung diberikan pengarahan agar tidak melakukan perbuatan melawan hukum. Malam itu juga para remaja nongkrong itu diminta untuk pulang meninggalkan Lapangan Santoso.(rjs)

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*