Kabid Pembinaan SMP Dinas Dikbud Rejang Lebong, Hanafi, SPd.(foto.rahman jasin)

Antisipasi Kenakalan Pelajar SMP Dinas Dikbud Berdayakan Guru BK

REJANG LEBONG– Untuk mengantisipasi pelajar SMP menjadi korban dan pelaku kejahatan, Kabid Pembinaan SMP Dinas Dikbud Rejang Lebong, Hanafi, SPd, bakal memberdayakan guru bimbingan konseling (BK) sekolah.

‘’Mulai tahun 2019 mendatang kita minta seluruh guru BK untuk melakukan penyusunan profil siswa. Termasuk profil siswa  nakal yang berpotensi menjadi pelaku tindak kejahatan. Soalnya saat ini banyak siswa yang menjadi pelaku kejahatan mulai dari perkelahian, penganiayaan, pengeroyokan, pencurian hingga terlibat dalam kasus kejahatan kesusilaan. Atau siswa yang menjadi korban kejahatan. Untuk menekan angkat keterlibatan siswa menjadi korban dan pelaku kejahatan itulah kita berusaha melakukan langkah antisipatif dengan memberdayakan peran dan fungsi guru BK,’’ kata Hanafi.

Dikatakan, setiap 1 guru BK wajib membina 150 siswa. ‘’Untuk membuat profil siswa binaan, guru BK wajib  mengunjungi rumah siswa  binaan. Serta meminta penjelasan tetangga terkait siswa  binaan. Sehingga, profil siswa  binaan benar-benar akurat. Jadi, ketika siswa  binaan terlibat dalam sebuah tindak kejahatan atau menjadi korban kejahatan, guru BK dapat melakukan pembinaan dengan cepat dan tepat,’’ papar Hanafi.

Selama ini lanjut Hanafi, banyak yang tidak kompeten. Misalnya guru Bahasa Inggris ditunjuk sebagai guru BK. Sehingga, guru BK yang seperti ini tidak memiliki kompetensi terkait pembinaan ke-BK-an.

‘’Kita imbau seluruh sekolah dapat mengangkat guru BK honorer yang benar-benar lulusan BK. Karena peran dan fungsi guru BK itu sangat strategis dalam membina siswa. Guru BK tidak bekerja sesuai jam sekolah. Tapi, diluar jam sekolah guru BK tetap bertugas melakukan pembinaan siswa,’’ ujar Hanafi.

Saat ini lanjut Hanafi, total siswa SMP Negeri di Rejang Lebong tercatat sebanyak 13.193 siswa dari 44 SMP Negeri. Serta 504 siswa dari 9 SMP swasta.

‘’Awal Januari 2019 ini kita akan melakukan pendataan guru BK. Kita akan lihat kompetensi pendidikannya. Sekaligus akan kita minta profil siswa binaannya. Selain itu, kita juga meminta seluruh sekolah untuk menaikan honor guru BK. Selama ini ada sekolah yang memberikan honor guru BK sebesar 225.000 per bulan. Kita minta honornya dinaikan menjadi Rp 500.000 – Rp.700.000. sebab, hampir 70 persen guru BK berstatus guru honorer,’’ demikian Hanafi.(rjs)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*