Gedung IAIN Curup yang dikerjakan kontraktor dengan dana Rp 26,8 miliar dengan masa kerja 10 Agustus - 31 Desember 2018

Dana Cair 50 Persen
Fisik Gedung IAIN Senilai Rp 26,7 Miliar Baru 30-an Persen

REJANG LEBONG – Pembangunan gedung IAIN Curup dengan dana Rp 26,7 miliar dikhawatirkan tidak selesai tepat waktu. Soalnya, hingga saat ini volume fisik yang dikerjakan kontraktor pelaksana disebutkan baru mencapai 30-an persen. Sedangkan dana yang dicairkan sudah 50 persen dan waktu pelaksanaan tersisa 1 bulan.

50 persen dana yang dicairkan itu terdiri dari uang muka kerja 20 persen dan 30 persen pembayaran progres fisik.

‘’Proyek pembangunan gedung akademik centre ini dikerjakan PT Lagoa Nusantara dengan dana Rp 26.870.000.000. Masa pelaksanaan, 10 Agustus -31 Desember 2018. Dana yang sudah dicairkan kontraktor sebesar 50 persen dari nilai kontrak. Sedangkan  progres fisik baru sekitar 30-an persen,’’ jelas Beni Gustiawan selaku PPTK dari IAIN Curup kepada potretbengkulu.com.

Beni mengaku terus berusaha memacu kinerja kontraktor pelaksana. Misalnya meminta pelaksana untuk menambah tenaga kerja.

Jika progres fisik yang dikerjakan kontraktor tidak selesai hingga batas waktu berakhir 31 Desember 2018 apakah akan dilakukan pemutusan kontraktak? Atau ada solusi lain?

‘’Sepertinya, pelaksanaan pembangunan gedung ini akan terlambat. Sebab, waktu tersisa tingga 30 hari lebih sedikit. Sepertinya kita tidak akan melakukan pemutusan kontrak. Tapi kita akan memberikan perpanjangan waktu 90 hari. Hanya saja  atas keterlambatan pekerjaan itu kontraktor akan dijatuhi sanksi denda 1 permil per hari atau Rp 26,8 juta per hari,’’ tutur Beni.

Jadi, total denda yang akan dibebankan kepada kontraktor pelaksana selama melaksanaan pekerjaan dalam  90 hari perpanjangan kontrak itu mencapai 90 X Rp 26,7 juta = Rp.2,4 miliar.(rjs)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*