Drama kolosal HUT Emas Bengkulu di Jakarta, Jum'at, (23/11) malam

Kisah Cinta Bung Karno dalam Drama Kolosal ‘’Semalam di Bumi Rafflesia’’

JAKARTA– Memorabilia kisah cinta sang proklamator RI, Ir. Soekarno bersama Fatmawati, gadis Bengkulu yang menjadi  ibu negara pertama Indonesia dihadirkan dalam moment perayaan HUT Emas Provinsi Bengkulu ke-50 bertajuk “Semalam di Bumi Rafflesia,” di Gedung Balai Samudera Jakarta, (23/11).

Acara yang dikemas dalam drama kolosal ini, menampilkan sejarah lahirnya bendera pusaka merah putih yang dijahit  Fatawati bin Hasan Din, seorang aktivis Muhammadiyah Bengkulu.

“Dari rahim Bengkulu, maka lahirlah seorang perempuan yang begitu sederhana, begitu lugu tetapi memiliki pemikiran yang progresif, pemikiran yang lebih maju pada masanya,” ujar Puti Guntur Soekarno dalam sambutan mewakili keluarga Bung Karno dan Ibu Fatmawati.

Menurut Puti, Bengkulu bukan hanya tentang bung Karno, Bengkulu bukan hanya tentang ibu Fatmawati, banyak sekali noktah-noktah sejarah yang ada di Bengkulu. Bengkulu bagian penting lahirnya NKRI. Puti berharap, Bengkulu menjadi garda terdepan dalam persatuan Republik Indonesia,”

Plt.Gub bersama Puti Guntur Soekarno

Dari tangan Fatmawati, lanjut Puti, terjalin nilai kesatuan dan persatuan lewat jahitan Bendera Sang Saka Merah Putih.

“Ketika ibu Fatmawati menjahit Bendera Sang Saka Merah Putih yang saat itu mengandung ayah saya, yaitu Guntur Soekarno, tidak ada sama sekali di benaknya terfikir kapan Indonesia akan merdeka, tapi karena garis tangan Tuhan yang maha kuasa, bendera ini kemudian menjadi sombol perlawanan dan pembebasan Indonesia dari penjajahan,” lanjut Puti.

Dalam moment ini, tambah Puti, saya berharap semangat inilah yang selalu kita bawa, semangat inilah yang bisa membuat Bengkulu menjadi salah satu provinsi yang dapat membawa keharuman bagi bangsa Indonesia.

“Saya mewakili keluarga besar Soekarno dan ibu Fatmawati, mengucapkan terima kasih kepasa seluruh keluarga besar Bengkulu yang menjadi bagian dari kami,” ucap Puti disambut tepuk tangan para undangan yang memadati Gudung Balai Samudera.

Plt.Gub potong tumpeng HUT Emas Bengkulu di Jakarta

“Jika di masa bung Karno ada sepuluh menteri lahir dari bumi Bengkulu, maka saya harap ke depan banyak tokoh-tokoh nasional yang lahir dari rahim tanah Bengkulu,” tegas cucu sang proklamator ini.

Dalam kesempatan yang sama, Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, mengaku haru dan bangga melihat semangat warga Bengkulu di Jakarta, menyambut Hari Ulang Tahun Emas Bumi Rafflesia ke-50.

“Peringatan ulang tahun Bengkulu tidak hanya dilaksanakan di bumi Rafflesia, tapi juga oleh masyarakat Bengkulu di Jakarta dan sekitarnya. Terlebih ini sangat berarti karena dihadiri keluarga ibu Fatmawati dan keluarga pak Taufik Kiemas,” ujar Rohidin saat sambutan.

Di usia 50 tahun Bengkulu, lanjut Rohidin, pembangunan menjadi tanggung jawab bersama. Lebih sakral terasa bahwa ibu Fatmawati lahir dari Bengkulu untuk Indonesia.

“Mari kita membangun semangat bersama pemerintah, bahwa Bengkulu betul-betul memiliki kontribusi besar di awal membangun Republik Indonesia ini,” tambah Rohidin.

Dalam kesempatan ini, Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah juga memaparkan rencana pembangunan strategis dalam mengangkat pembangunan ekonomi nasional.

Rohidin mengaskan, Bengkulu yang berada di bagian barat Sumatera, dan bisa jadi jalur alternatif kepadatan Selat Malaka, bahkan memiliki nilai tawar sebagai jalur logistik nasional.

Menurut Rohidin, dari Meulaboh berlanjut ke Sibolga dan transit di Bengkulu kemudian ke Lampung, merupakan jalur alternatif yang potensial pembangunan tol laut yang menjadi salah satu fokus pembanguann nasional saat . (rls)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*