Bupati Kepahiang, Hidayatullah menerima sertifikat Indikasi Geografis Kopi Robusta Kepahiang, Sabtu, (17/11)

Menkum-HAM Patenkan Kopi Robusta Kepahiang

BENGKULU – Kopi robusta Kepahiang telah dipatenkan Kemenkum-HAM-RI. Sertifikat indikasi geografis (IG) dengan nomor pendaftaran IDG.000000072 tanggal 13 November 2018 diserahkan Plt.Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah dan diterima Bupati Kepahiang, Hidayatullah Sjahid, Sabtu, (17/11).

Sertifikat indikasi geografis diberikan kepada masyarakat perlindungan indikasi geografis kopi robusta Desa Bukitsari, Kabawetan

‘’Keberhasil ini diraih berkat sinergitas antara komunitas kopi Kepahiang, Pemkab Kepahiang, Pemprov Bengkulu dan Kemenhum-HAM-RI,’’ jelas  Bupati kepada potretbengkulu.com.

Dalam sertifikat itu dijelaskan bahwa kopi Robusta Kepahiang memiliki ciri khas dan kwalitas yang sudah lama dikenal. Kepahiang berada di kawasan Bukit Barisan  yang berada diketinggian 500-1000 di atas permukaan laut (DPL). Sedangkan penanaman kopi robusta di Kecamatan Kabawetan berada diketinggian  800 – 1.200 DPL yang merupakan zona vulkanik.

‘’Produk kopi robusta Kepahiang berupa kopi beras, kopi sangrai dan kopi bubuk. Dan berdasarkan hasil uji profil Puslitkoka, kopi robusta Kepahiang tergolong dalam mutu 1-3 standar antara 81.33 – 84.42 dan termasuk kategori excellen. Pendaftaran IG kopi robusta ini  dimaksudkan agar mampu bersaing di pasar global dan terlindungi dari pemalsuan produk oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,’’ demikian dijelaskan dalam sertifikat IG  yang ditandatangani Menkum- HAM-RI, Dr.Freddy Haris, SH, LLM, ACCS.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kepahiang, Hernawan melalu Kabid Perkebunan, Deva Yurita Ambarini, SP menjelaskan, Kepahiang telah memiliki kebun enteres kopi robusta sintaro 1 dan sehasen.

‘’Kebun entres kopi rabusta sintaro 1 dan sehasen  ini dikelola kelompok  tani di Desa Bukitsari, Kabawetan yang telah lolos seleksi dan dikukuhkan dengan SK Menteri Pertanian RI No. 142/KPTS/KB.020/12/2017 tanggal 29 Desember 2017. Kopi inilah yang dikembangkan melalui program pengembangan 650.000 batang kopi sambung  yang saat ini masih dalam proses pelaksanaan,’’ jelas Deva. (rjs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*