Pengembangan 650.000 batang kopi sambung yang dilaksanakan Dinas Pertanian Kepahiang 2018

Pengembangan 650 Ribu Kopi Sambung Segera Rampung

KEPAHIANG – Dinas Pertanian Kepahiang segera merampungkan pengembangan 650.000 batang kopi sambung 2018.

‘’Kini, 650.000 batang kopi sambung  masih dilaksanakan di 7 kecamatan. Yakni, Merigi, Ujan Mas, Kepahiang, Tebat Karai, Seberang Musi, Bermani Ilir dan Muara Kemumu,’’ jelas Kepala Dinas Pertanian Kepahiang, Hernawan didampingi Kabid Perkebunan, Deva Yurita Ambarini kepada potretbengkulu.com, Rabu, (14/11).

Dikatakan pengembangan 650.000 batang kopi sambung dengan entres kopi robusta Sintaro 1 dan Sehasen dengan dana APBD Kepahiang tahun 2018 senilai Rp 2,5 miliar itu dikerjakan 5 pelaksana. Yakni, CV Hamparan Rezeki, CV Wahyu Karya, CV Usaha Berkah, CV Ijekusiba Mandiri dan CV Juvi Alami.

Entres kopi robusta yang diambil dari kebun bibit di Desa Bukitsari, Kabawetan

Entres kopi yang siap disambungkan ke batang kopi petani

‘’650.000 batang kopi sambung itu sudah direalisasikan di 82 kelompok di 7 kecamatan. Entres kopi rabusta sintaro 1 dan sehasen  yang akan disambungkan di batang kopi petani yang tergabung dalam 82 kelompok itu diambil dari kebun kelompok  tani di Desa Bukitsari, Kabawetan yang telah lolos seleksi dan dikukuhkan dengan SK Menteri Pertanian RI No. 142/KPTS/KB.020/12/2017 tanggal 29 Desember 2017,’’ jelas Deva.

Kadis Pertanian Kepahiang,Hernawan.

Khusus Kecamatan Kabawetan lanjut Deva, pengembangan kopi sambung direaliasikan melalui dana APBN 2018. ‘’Penyambungan 336.000 batang kopi di 14 kelompok di Kecamatan Kabawetan itu sudah selesai Bulan September 2018. Pengelolaannya ditangani langsung dari Provinsi Bengkulu. 14 kelompok itu berada di Desa Sidorejo, Tangsi Duren, Sukasari, Bandung Baru, Barat Wetan, Bukitsari,  Air Sempiang dan Desa Pematang Donok.

Sementara Direktur CV Ijekusiba Mandari, Jimmi mengaku masih berusaha melaksanakan penyambungan 128.000 batang kopi sambung di wilayah Bermani Ilir.

Kabid Perkebunan, Deva Yurita Ambarini, SP

‘’128.000 batang kopi sambung itu masih kita laksanakan di lahan perkebunan 17 kelompok tani. Pengambilan entres kopi yang akan disambungkan itu di kebun bibit Desa Bukitsari itu dikawal petugas dari Balai Pengawasan Pengujian Mutu Benih (BP2MB) Bengkulu,’’ tutur Jimmi.

Hal senada dilontarkan Anshori  selaku pelaksana dari CV Juvi Alami yang melakukan penyambungan kopi di lahan perkebunan 18 kelompok petani di Kecamatan Muara Kemumu. ‘’Target penyambungan memang 128.000 batang. Tapi yang kita realisasikan justru 130.000 batang. Dalam waktu dekat penyambungan 130.000 batang kopi itu sudah bisa dituntaskan,’’ tutur Anshori. (rjs)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*