ilustrasi

Penulis: Rahman Jasin
Putri Serindang Bulan (Bagian 10)

DUA Bola mata Pangeran Tanah Rikung sontak terbelalak. Kaget, ketika melihat wajah Serindang yang dipenuhi bintik-bintik kemerahan.

‘’Pangeran..’’ tuo rombongan Tanah Rikung langsung mencolek tangan pangeran. ‘’Putri ini sakit. Kasihan..!!’’ bisiknya. ‘’Apakah pangeran masih ingin menyuntingnya?” lanjut tuo rombongan sambil tetap mendekatkan wajahnya ke telinga pangeran. Namun, pangeran seperti tidak mendengar bisikan tuo rombongan.

‘’Sayang sekali. Padahal putri ini sangat cantik,’’ pangeran mendesis. ‘’Paman, apakah penyakit itu bisa disembuhkan?’’ tanya pangeran. ‘’Apakah penyakit itu menular?’’ pangeran terus mendesak.

‘’Paman tidak tahu penyakit apa itu. Makanya paman tidak tahu apakah penyakit itu menular atau tidak dan apakah penyakit bisa disembuhkan,’’ jawab tuo rombongan.

‘’Pangeran masih menyukainya?’’ tuo rombongan balik bertanya. Pangeran tidak menjawab hanya kepalanya tampak menggeleng pelan. ‘’Kalau begitu kita putuskan untuk menunda pinangan ini,’’ timpal tuo rombongan. Pangeran kembali menganggukan kepala.

Rajo Mawang tampak menahan nafas beratnya menyaksikan perubahan wajah pangeran ketika melihat wajah Serindang. Sepertinya, Rajo Mawang dapat memahami keraguan pangeran. (bersambung)

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*