foto ilustasi

Penulis: Rahman Jasin
Putri Serindang Bulan (Bagian 9)

PANGERAN Tanah Rikung terus menatap Serindang dalam-dalam. Pangeran berusaha mengamati wajah Serindang yang tertutup selendang tipis berwarna merah. Namun, Pangeran tak juga melihat wajah Serindang dengan jelas.

‘’Paman, bolehkah aku melihat wajah putri?’’ tanya Pangeran. Sambil menarik nafas berat, tuo rombongan Tanah Rikung melirik ke arah Pangeran. ‘’Kita harus menjunjung adat disini. Jika selendang tidak dibuka maka kita tidak diperkenankan melihat wajahnya secara langsung,’’ tuo rombongan berusaha menjelaskan dan meyakinkan Pangeran.

‘’Tapi paman…’’ Pangeran tak kuasa melanjutkan tanya. Tuo rombongan hanya melepas senyum. ‘’Pangeran…pangeran,’’ ucap tuo rombongan dalam hati.

Pangeran jadi semakin gelisah dan sangat ini melihat wajah Seridang secara langsung tanpa ditutupi selendang tipis.

Pangeran tak kuasa menahan keinginnya. Lalu, Pangeran kembali mendekatkan kepada ke telinga tuo rombongan. ‘’Paman…’’ bisik Pangeran. Mendengar bisikan Pangeran, bibir lelaki tua itu kembali mengembang.

‘’Aku sudah sabar paman..’’ Pangeran terus mendesak. ‘’Paman harus meminta izin Rajo untuk melihat wajah tuan putri. Bukankah aku adalah calon suaminya?’’  Pangeran semakin tak sabar. (bersambung)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*