Sekretaris PAN Kota Bengkulu, Supriyanto

Supriyanto: Calon Wawali PAN Harus Siapkan 3 Kursi DPRD Kota

BENGKULU – Hingga, Jum’at (29/12), PAN Kota Bengkulu belum menetapkan calon wakil walikota (Wawali) yang akan mendampingi Helmi Hasan dalam Pilwakot 2018.

Soalnya konvensi rakyat yang digelar PAN sudah ditutup dan hasilnya baru akan diumumkan, 7 Januari 2018 mendatang.

“Kalau untuk polling, sudah kami tutup sejak hari Rabu (27/12) lalu. Dan saat ini, tim sedang menginput data polling yang masuk. Detik terakhir masyarakat tampak antusias mengirim polling. Bahkan, hingga kita tutup masih banyak yang menyampaikan kupon dukungan. Nanti tanggal 7 Januari hasil polling akan kita umumkan di Sport Center,” ungkap Ketua DPD PAN Kota Bengkulu Hj. Mardiyanti Taher Dayok, SH, MH, Jumat (29/12).

Ditambahkan sekretaris DPD PAN Kota Bengkulu Supriyanto, terkait konvensi rakyat yang mereka lakukan. Dia menegaskan, PAN tetap akan konsisten sesuai komitmen untuk mengusung kandidat Calon Walikota berdasarkan hasil konvensi rakyat.

“Kami tetap akan merekomendasikan calon sesuai hasil konvensi rakyat. Kalau minggu kesembilan itu untuk Calon Walikota tertinggi masih H. Helmi Hasan dan untuk Calon Wakil Walikota ada Mardiyanti, saya sendiri dan Dedy Wahyudi. Tapi hari terakhir kemarin itu ada yang ngebom dimana polling yang masuk sangat banyak,” tambahnya.

Dari PAN Kota Bengkulu lanjut Supriyanto, tidak akan mengingkari hasil konvensi rakyat. Hanya saja, hingga saat ini mereka pun kendati Helmi Hasan dalam polling Calon Walikota masih yang paling kuat, faktanya sampai saat ini beliau masih belum pernah menyatakan akan maju kembali dalam Pilwakot mendatang.

“Itulah kenapa kami melaksanakan konvensi rakyat, untuk melihat serta membuktikan sejauh mana rakyat masih menginginkan sosok Helmi Hasan. Jika PAN kemarin membuka pendaftaran hampir bisa dipastikan beliau (Helmi-red) tidak akan mendaftar, karena sampai saat ini pun kendati dia tertinggi sebagai calon Walikota, tetap dia belum bergeming menyatakan siap maju kembali. Saat ini, Helmi sedang pulang mudik ke Lampung, dia menemui keluarga besarnya di Lampung, kalau di Kota Bengkulu dia belum bisa kita pastikan maju sampai sekarang, beda halnya dengan di Lampung. Di Lampung Helmi sudah mendapatkan SK dari Partai Hanura dan NasDem untuk maju Pilkada Gubernur Lampung sebagai Calon Wagub. Tapi kemana berlabuhnya nanti, kami juga tidak bisa memastikan,” katanya.

Kemudian hasil konvensi rakyat nanti sambungnya. Akan mereka sampaikan pada kandidat yang namanya masuk menjadi calon, dan ditawarkan untuk maju. Namun jika yang ditawarkan tidak mau, maka PAN pun tidak bisa memaksa.

“Misalnya beliau (Helmi-red) menyatakan tidak mau maju kembali, kami tidak bisa memaksanya. Maka nanti akan kita kembalikan pada peraih dukungan polling terbanyak kedua. Begitu juga untuk kandidat Calon Wakil Walikota, misalnya hasil polling kita menempatkan Mardiyanti ataupun Dedy Wahyudi sebagai Balon Wakil Walikota paling kuat, maka akan kita tanyakan kesiapan mereka. apakah mereka siap menyediakan tiga kursi tambahan untuk mencukupi syarat tujuh kursi dalam pendaftaran di KPU nanti? Salah satu syarat Balon Wakil itu nanti, dia harus mampu menyiapkan atau mendapatkan minimal tiga kursi tambahan tersebut,” pungkasnya.(P-03)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*