Rumah adat yang dibangun di Jl Aipda Mu'an di dekat gedung DPRD Kepahiang yang masih dalam tahap pengerjaan.

Arsitektur Rumah Adat Kepahiang Dibuat Berdasarkan Observasi BMA

KEPAHIANG – Arsitektur rumah adat Kepahiang yang dibangun di Jl Aipda.Muan Kepahiang dibuat berdasarkan hasil observasi BMA. Rumah adat ini dibangun dengan dana APBD 2017 senilai Rp 1,9 miliar.

‘’Secara umum, rumah adat Kepahiang ini ada kemiripan dengan rumah adat yang ada di Curup dan Lebong. Khususnya di bagian atap yang sedikit melengkung. Namun, rumah adat Kepahiang memiliki beberapa perbedaan dengan rumah adat Rejang lainnya. Khususnya dibagian belakang,’’ kata Ketua BMA Kabupaten Kepahiang, H. Zainal, S.Sos, MSi, Jum’at (20/10).

Dikatakan, hasil observasi BMA itu dituangkan dalam miniature rumah adat. Lalu, miniature rumah adat itu dipamerkan BMA dalam setiap momen pameran di Kepahiang.

‘’Miniatur rumah adat itu sudah kita pamerkan selama 3 tahun. Dalam pameran itu banyak tetua dan tokoh masyarakat yang memberikan saran dan kritiknya.  Makanya, rumah adat yang dibangun sekarang ini merupakan wujud dari miniatur rumah adat yang kita buat. Sedangkan gambar detail konstruksinya dikerjakan Dinas PU,’’ papar Zainal.

Menurut Zainal, rumah adat itu akan dilengkap meubeler khas Kepahiang. Mulai dari tempat tidur anak perempuan, tempat tidur utama. Peralatan dapur hingga perlengkapan di ruang utama. ‘’Sehingga rumah adat ini akan menggambarkan kehidupan masyarakat Rejang di Kepahiang tempo dulu,’’ tuturnya. (rjs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*